Kamis, 12 Januari 2012

Siera, Ketika Ia Datang "Saat Tanah Lebih Keras Daripada Batu" (part 3)

 Luka lama yang tergores tak akan bisa hilang namun aku percaya ia seseorang yang kuat dibalik kengerian wajahnya.


"Dibalik hutan ini merupakan desa kediaman ras golem"

"Apakah tidak mencurigakan jika kita langsung ke wilayah itu? Aku tidak tahu apakah ras olem masih menaati perjanjian perdamaian 4 ras"

"Aku juga tidak tahu," ucap Jui pelan, ia kemudian menatap desa itu dalam-dalam. Pandangannya lurus seakan ada sesuatu yang dipikirkannya dan aku selalu tidak tahu apa itu. Aku sadar bahwa tidak dapat memahami pemikiran Jui namun Jui selalu memahami pemikiranku. Ada perasaan berkecamuk di dalam pikiranku, teman macam apa aku ini.

"Tsuki"

"Eh, iya? Ada apa?" ucapan Jui membuyarkan pikiranku

"Kita bisa menyamar"

"Menyamar? Bagaimana caranya? Bentuk dan tabiat ras elf dan golem saja sudah berbeda jauh. Memangnya bisa semudah itu?" tanyaku tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Jui

"Orion saber dan automail murni ras elf ku yang akan bekerja," jawab Jui dengan yakinnya, ia kemudian mengeluarkan dua buah mini robot dan spidol dari dalam tasnya. Kemudian ia menuliskan sesuatu di sepanjang tangan dan kaki mini robot itu.

"Persiapan pertama selesai, selanjutnya giliranmu. Ayo keluar orion," ucap Jui sambil mengepalkan tanggannya di udara kemudian mulai terlihat cahaya putih yang berbentuk horizontal. "Itu bukan cahaya, itu saber! Orion saber milik Jui", batinku tidak percaya. Benar dugaanku, cahaya itu perlahan-lahan mulai menampakkan wujudnya, Orion Saber.

Jui mengarahkan ujung pedangnya ke mini robot itu, dari gagang pedang terlihat tulisan ras elf kuno. Dengan lantang Jui meneriakkan, "vYstEeeRl~!" Tulisan kuno itu memanjang hingga ke ujung pedang, seakan merespon kehadiran tulisan dari orion saber, tulisan yang ada di mini robot itu keluar dan bersambung dengannya. Mini robot itu mulai bereaksi, bagian demi bagian mulai berubah dengan dikelilingi huruf-huruf elf murni yang melingkarinya membuatku tidak tahu apa yang terjadi. Hingga akhirnya, "Selesai," ucap Jui.

"Itu?"

"Iya, ini wujud ras golem yang akan kita gunakan. Ras golem adalah ras dengan penduduk terbanyak jadi akan sulit bagi mereka untuk mengenali satu sama lain."

"Sepertinya kau harus belajar lagi deh Jui," ucapku samil menatap kedua golem tiruan itu

"Eh ada yang salah?"

"Keduanya bergender waita Jui, dan artinya kau akan menyamar menjadi golem wanita? Hahahahhaha~," ucapku sambil tertawa terbahak bahak membayangkan Jui menyamar menjadi seorang golem dengan gender WANITA~! waw banget!

"Eh, iya. Astaga, terpaksa deh."

"Hahahhaha, eh cara pakainya bagaimana ini?"

"Kita tinggal menempel pada bagian belakang robot itu, ini simpel kok. Penggunaannya mudah maksudnya kita tidak akan seperti menggunakan robot jadi seperti kita membawa diri kita sendiri. Hmm seperti ini, orang akan melihat wujud kita sebagai golem namun kita merasa bukan seperti golem. Begitu, paham?"

Aku tidak begitu paham tentang apayang dijelaskan Jui, segera kutempelkan diriku pada bagian belakang robot dan, "Hei robot ini enteng! Seperti tidak sedang menggendarai robot!"

"Itu maksud ucapanku tadi."

------------------------------------------------

Banyak wajah ketidak ramahan ketika kami sampai di sana. Aku dan Jui berputar-putar di desa itu, kami bingung harus kemana. Dimana pemegang kunci ras golem itu berada.

"Hei Jui, ini kah desa golem yang terkenal dengan keramahannya?" bisikku pada Jui

"Aku tidak tahu, semua berbeda sekali dengan yang ku baca di buku."

"Lalu? sekarang kemana lagi kita mencari?"

"Entahlah."

Salah seorang goem mendekati kami, tampangnya sangar dan garang (Hm menurutku semua golem tampangnya memang mengerikan) Dia menatap kami dari ujung kaki hingga ujung rambut.

"Orang baru? Kalian orang baru? Orang baru pasti akan kebingunggan dengan daerah ini" tanyanya

Kontan semua golem yang ada di sekitar mulai menatap tajam kehadiran kami. Kami benar-benar takut, ras golem terkenal dengan kekuatan fisiknya sedangkan kami dan dan bagaimana jika kami dihajar se isi desa ini. Aku menatap Jui, seolah mengerti apa yang aku rasakan Jui segera menggenggam erat tanganku dan berbisik, "Tenanglah".

"Hei kenapa kalian tidak menjawab?!?! Kesabaranku sudah habis! Ayo jawablah!" bentak golem itu marah.

"Bukan! Mereka saudaraku! Hei hentikan menanyai mereka!"

Golem yang mengintograsi kami melihat asal suara itu, "Oh kau Trancy! Mereka saudaramu? Kulihat mereka kebingunggan dan ku pikir mereka orang baru. Hahahaha! Bawa segera mereka ke rumahmu"

"Trancy?" batinku seraya menatap golem wanita yang telah menolong kami.

------------------------------------------

"Masuklah, ini rumahku. Silahkan kalau kalian mau menginap. Kalian boleh menginap kapanpun kalian mau. Rumahku sederhana ya tapi cukup besar kok.Hm, walau jauh dari pusat desa hahahhaha"

Rumah itu berdebu namun cukup rapi untuk ukuran ras golem. Perabot-perabot ukuran raksasa dengan ukiran khas ras golem memenuhi ruangan itu.

"Namaku Trancy, aku tinggal sendirian di sini. Nah sekarang ceritakan siapa kalian?" tanya Trancy

Aku menatap golem wanita itu, bisa ku tebak dari umurnya kira-kira dia berumur 17 tahun untuk ukuran golem. Perhatianku tertuju pada kaos kaki motif polkadot yang dipakai oleh Trancy.

"Namaku Swen, ini Mirfy. Kami dari desa Rcyaon," jawab Jui

"Desa Rcyaon, itu daerah mistik bagi para golem. Kami dilarang untuk menuju ke sana namun aku beruntung sekali hari ini bertemu dengan penduduk Rcyaon yang tersisa, Aku benar-benar bahagia, bagaimana seandainnya aku tidak menolong kalian tadi? Pasti aku tidak akan pernah bertemu dengan penduduk desa Rcyaon. Oh ya kalian sedikit bicara ya? Berbeda skali dengan kami. Kami ras golem umumnya banyak bicara," ucap Trancy bahagia. Ia melompat-lompat kegirangan sampai tanah bergetar. Kalau saja Jui tidak segera memegang kedua bahuku saat itu pasti aku akan terjatuh. Aku membayangkan pandangan curiga Trancy yang heran ada golem yang terjatuh oleh getaran temannya sendiri.

"Begitulah," jawab Jui

"Aku menyukaimu Swen! Karena kau masih mau untuk ku ajak bicara. Berbeda dengan temanmu yang satu ini. Apakah dia sedang sariawan?" tanya Trancy sambil menatapku benci

"Eh? Sial golem ini", batinku kesal

"Hahahaha, sepertinya," jawab Jui

"Baiklah kamar kalian di atas, kalian tunggu di sini ya! Aku akan berbelanja makanan malam untuk kalian. Ingat jangan kemana mana, di sini keadaannya tidak seperti dulu," ucap Trancy, kemudian 'braak'-pintu pun tertutup.

"Jui, keadaan tidak aman? Kau paham maksudnya?"

"Entahlah, aku akan menanyakannya pada Trancy nanti. Sekarang kau tidurlah duluan, aku harus menganalisis daerah ini dari awal."

"Jui, berhati hatilah," ucapku sambil memandang cemas Jui

"Sudah tidur sana! Aku tidak selemah itu kok," ucap Jui sambil melempar bantal dari sofa Trancy.

--------------------------------

"Aku pulang! Hei Swen! Kau harus mencicipi betapa enaknya masakanku. Lihat aku beli ini!Ada jamur, wortel, lobak, dan ikan.Atau kau ingin memasak bersamaku?" tanya Trancy

"Hahaha, boleh," jawab Jui

"Hei Swen, kau seperti almarhum ayahku. Padahal kau wanita tapi entah emngapa aku melihatmu seperti bukan seorang wanita. Ayahku, dia seorang yang begitu baik. Semejak ibuku wafat, hanya dia yang ku punya. Namun sekarang ia telah tiada, aku tidak tahu mengapa. Tapi yang kudengar dari tetua bahwa ayahku dulu memperjuangkan perjanjian damai 4 ras. Tapi belakangan ini keadaan tidak stabil, seakan perjuangan ayahku sia-sia. Hei Swen, aku tidak peduli darimana kau berasal dan apa rasmu, aku akan melindungimu seperti ayahku melindungiku."

'BRAAK'- pintu rumah Trancy ditendang oleh segerombolan orang, tidak mereka bukan orang. Itu pasukan ras fairy. "Mau apa mereka?" batin Jui.

Aku yang mendengar keributan dari ruang bawah mencoba mengintip dari atas, "Ras fairy! Bagaimana mungkin?!?!"

"Maaf mengganggu ketenangan kalian, namaku Ooypsu, panglima perang ras fairy. Nona Trancy bisa serahkan kedua tamumu kepadaku?"

"Tidak! Ada apa dengan tamu-tamuku? Dan sikapmu sungguh tidak sopan sekali! Mendobrak umah orang tanpa izin ku!" ucap Trancy marah

"Nona Trancy apakah anda thu siapa tamu-tamu anda?"

"Aku tidak peduli siapa tamu-tamuku! Tapi sikapmu sangat tidak sopan! Ini rumahku! Aku berhak untuk menentukan siapa yang boleh masukdan tidak! Dan karena sikapmu maka ku tentukan kau dan anak buahmu tidak berhak menginjakkan kaki di rumahku!"

"Hm, kalau begitu aku juga berhak menentukan untuk membunuh anda atau tidak."

"Trancy minggir!" Dengan segera Jui menangkap Trancy dan membawanya ke bawah tangga, disaat itu pula wujud Jui berubah.

"Maaf Trancy."

Pertarungan pun tak terelakkan, saber milik Jui bukan merupakan saber tipe petarung, namun ia berusaha melindunggi aku dan Trancy. Hingga akhirnya...

'Braaaaak'- Jui pun terkapar.   Ooypsu menendang Jui kemudian menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan. Ku rasakan amarah mulai mengelilingiku, cahaya biru keluar dari tubuhku. Cryptic saber untuk kesekian kalinya keluar dari tubuhku.

"Kau lawanku," ucapku

"Tsuki hentikan! Jangan! Kendalikan dirimu Tsuki!" teriak Jui

"Waaa-!! Aku takut! Hahahaha! Jadi ini Cryptic saber, yang mulia Qyps pasti akan bangga dengan hasil kerjaku," ucap  Ooypsu

"Tsuki hentikan! Dirimu akan hilang jika kau terus dikendalikan oleh saber itu!" teriak Jui namun seolah tak mendengar apa yang diucapkan Jui, aku terus berjalan ke arah   Ooypsu.

Trancy melemparku kemudian mengeluarkan gadanya. Dengan sekali dentuman gada pasukan ras fairy mulai tercerai berai. "Swen! Jaga dia! Biar makhluk bersayap ini aku yang urus!" teriak Trancy

Pasukan ras fairy mulai beterbangan kesegala arah. Trancy terlihat kesulitan, sementara   Ooypsu mulai mendekat ke arahku. Jui berdiri di hadapanku, "kau lawanku!" ucapnya pada  Ooypsu .

Ooypsu  tersenyum licik, kemudian menggeluarkan tombaknya."Baiklah aku serius akan membunuhmu," ucap  Ooypsu.

Jui sudah kepayahan, darah sudah hampir membasahi seluruh tubuhnya. Aku masih dlam keadaan tidak sadar, Jui menyegelku untuk sementara namun aku merasa seakan ada yang menggendalikan diriku. Marah iya, hingga 'PRAANG'- segel yang dibuatnya pecah saat aku melihat  Ooypsu menginjak Jui.

"Tsuki hentikan, ku mohon," ucap Jui

"TSUKI! HENTIKAN! KAU TIDAK LIHAT SWE AH SIAL MAKSUDKU JUI BERUSAHA MATI-MATIAN MELINDUNGIMU AGAR KAU TIDAK MENGHILANG! KAU TIDAK LIHAT USAHAKU UNTUK MEMBUAT PERDAMAIAN 4 RAS! AKU TIDAK PEDULI KAU ITU APA TAPI LIHATLAH SEMUANYA! BUKA MATAMU TSUKI!!!" teriak Trancy.

"Siapa aku? Jui, Trancy, 4 ras, iya aku bukan sang penghancur."
'Deg-' kurasakan aku mulai memegang kendali atas diriku.

Ooypsu  menyerang ke arahku, tiba-tiba "Heaven Shock-!"


Ooypsu terpelanting, ia memegang telingganya. Telingganya berdarah, kurasa gendang telingganya pecah.

"Ras fairy sudah bukan sekutu kami! Keluar kalian dari desa ini! Kami ras golem sudah tahu kepada siapa kami harus bersekutu!"

"Kau, baiklah jika ras golem sudah menyatakan perang! Ayo kita mundur! Tunggu saja pembalasanku!" ancam Ooypsu sambil memeganggi telingganya yang masih bersimbah darah.

"Gyro, tolong sembuhkan mereka berdua."

"Kau siapa?" tanyaku

"Aku Tock, ketua ras golem. Jangan khawatir dengan keadaan teman-temanmu. Para Gyro ku akan mengurus mereka. Aku akan bicara denganmu nanti di ruanganku dan jika mereka sudah baikan, aku akan mengajak mereka untuk berbicara juga," ucap Tock sambil menatap rumah Trancy yang hancur berantakan.

---------------------------------

"Selamat datang dikediamanku. Selamat datang nona pemilik cryptic saber, adik tuan yox, dan Trancy. Ada sesuatu yang harus ku beritahukan kepada kalian. Aku rasa ini saat yang paling tepat untuk menceritakan semuannya. Soal konspirasi ras merd, pengkhianatan ras fairy dan kedamaian yang ingin dicapai ras elf," ucap Tock sambil membenarkan posisi duduknya.

"Sebenarnya ada apa ini tetua? aku tidak mengerti apapun! Kenapa begitu banyak yang disembunyikan? Lalu bagaimana rumahku? hidupku? " tanya Trancy

"Diamlah sebentar Trancy, pertama aku akan menceritakan kejadian 200 tahun lalu, saat dimana kebangkitan pertama Cryptic Saber."


============to be continue==================

Tidak ada komentar: